Chandra : Dongeng Jadi Senjata Lawan Gempuran TikTok - Target Hukum Online

Breaking

Berita Seputar Hukum Dan Kriminal

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 21 Agustus 2026

Chandra : Dongeng Jadi Senjata Lawan Gempuran TikTok

Targethukumonline. Pati - Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kabupaten Pati menggelar Workshop Mendongeng di GOR Pesantenan Pati, Jumat (21/08/26), untuk menanamkan nilai kebaikan dan kejujuran sekaligus memperkuat imajinasi, kreativitas, serta budaya literasi anak di tengah derasnya penggunaan teknologi dan media sosial.


Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra menilai dongeng memiliki peran penting dalam menjaga daya imajinasi anak. 


“Di tengah gempuran teknologi dan media sosial seperti TikTok yang menyita perhatian anak-anak, dongeng terbukti mampu menorehkan daya ingat yang sangat kuat sepanjang hidup untuk membentuk generasi yang kreatif dan berkarakter,” kata Chandra.


Menurut Plt Bupati, kebiasaan mendongeng juga menjadi bagian dari pengalaman masa kecil yang dapat meninggalkan ingatan kuat hingga dewasa.


Ia pun lantas mengenang masa ketika hiburan anak masih terbatas dan saat cerita diperkenalkan melalui kaset “Sanggar Cerita” yang dibawakan ayahnya.


“Dulu, ketika televisi masih hitam putih dan menggunakan aki, saya sering mendengarkan cerita seperti Danau Toba, Timun Mas, serta Bawang Merah dan Bawang Putih,” ujar Chandra saat menceritakan kembali pengalaman masa kecilnya.


Plt Bupati menilai kondisi anak saat ini berbeda dengan masa tersebut. Menurutnya, penggunaan telepon seluler dan media sosial yang semakin dominan perlu diimbangi dengan aktivitas yang mampu menjaga daya imajinasi anak.


“Dongeng harus terus didukung agar anak memiliki imajinasi, kreativitas, dan inovasi untuk menghadapi perkembangan zaman yang bergerak sangat cepat, termasuk menghadapi kemajuan teknologi seperti Artificial Intelligence,” tegas Chandra.


Sementara itu, Kepala Dinarpus Kabupaten Pati Sukardi menjelaskan bahwa Workshop Mendongeng merupakan bagian dari rangkaian Festival Literasi yang berlangsung sepanjang 2026. Kegiatan tersebut didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik Perpustakaan Nasional RI Tahun 2026 serta didukung APBD Kabupaten Pati.


“Peserta yang mengikuti kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada kegiatan workshop, tetapi mampu menularkan ilmu mendongeng kepada lingkungan sekitar, sekolah, dan keluarga,” kata Sukardi.


Rangkaian Festival Literasi tersebut mencakup berbagai kegiatan, mulai dari lomba perpustakaan desa, sekolah, dan KBM, lomba bertutur, serta resensi buku. 


Selama sepekan festival, juga digelar bazar UMKM, bedah buku, workshop mendongeng, pelatihan membuat komik, lomba menggambar tingkat SD, hingga panggung interaktif Kampung Dongeng.


“Dinarpus lebih berfokus pada pemberdayaan literasi di masyarakat luas, sedangkan literasi formal di sekolah menjadi ranah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,” ujar Sukardi.


Selain dihadiri Plt Bupati Pati dan Kepala Dinarpus, kegiatan ini juga mengundang Bagus Arya, sebagai narasumber Workshop Mendongeng. 


Kegiatan ini pun diikuti oleh pelajar jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK, guru atau pendidik, pegiat literasi, komunitas dongeng, serta masyarakat Kabupaten Pati.


Adapun materi kegiatan diarahkan untuk memperkuat kemampuan mendengar, memperkaya kosakata, meningkatkan kemampuan berbahasa dan berpikir kritis, serta mempererat hubungan emosional antara anak dengan orang tua maupun pendidik.


Selain itu, acara tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan minat membaca dan memperluas budaya literasi hingga ke lingkungan keluarga dan masyarakat. (RED)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad