![]() |
| Pamanukan Kabupaten Subang Jawa Barat |
targethukumonline- Indramayu- Awan Cumulonimbus menyelimuti perairan Teluk Jakarta di kawasan perairan kepulauan Seibu, BMKG juga merilis peringatan dini cuaca ekstrem hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Senin, (8/2/2021).
BMKG merilis sebanyak 19 daerah berpotensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diantaranya adalah Jawa Barat. Untuk itu dihimbau kepada semua masyarakat agar waspada dengan situasi ekstrem saat ini.
Sementara itu ketika team targethukumonline mengkonfirmasi wilayah yang berdampak banjir dan melalui sambungan telphone dengan Rio Resmana, ST ( Ketua Indev Community ) yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat Indramayu mengatakan " Cuaca ekstrem membuat wilayahnya berdampak banjir yang mengakibatkan 480 jiwa mengungsi sementara dan di tampung diperguruan muhammadiyah, masjid Al-Furqon dan smp PUI Haurgeulis dan masih ada sekitar 250 jiwa mengungsi di masjid wanakaya " ungkapnya
![]() |
| Desa Tumaritis, Haurgeulis - Indramayu |
" Selain curah hujan yang cukup tinggi, luapan aliran sungai cipunegara dan meluapnya waduk Haurgeulis yang menyebabkan banjir di dua desa yaitu Desa Wanakaya dan Tumaritis dengan ketinggian air 70 sampai dengan 80 cm. Terjadi luapan air waduk haurgeulis pada jam 23.10 wib sehingga pintu air waduk dibuka dan berdampak pada wilayah yang teraliri sehingga kembali mengakibatkan banjir hingga 30 sampai 40 cm di desa sidadadi kecamatan Haurgeulis - Indramayu - Jawa Barat". Rio Resmana menambahkan.
Masih melalui sambungan telphone, Rio Resmana menambahkan " Untuk saat ini warga membutuhkan donasi berupa pakaian dewasa, anak, selimut, pempers, pembalut dan makanan siap saji " ungkapnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD ) Kabupaten Indramayu juga menerjunkan beberapa personil untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir.
Team investigasi juga menelusuri wilayah pantura pamanukan subang yang juga berdampak banjir akibat curah hujan dan luapan air sungai pamanukan yang juga berakibat lumpuhnya perekonomian sementara. (Edho Kaukazus).



Tidak ada komentar:
Posting Komentar