Polres Jepara Gelar Rakor Forkopimda, Toga, Tomas, Ormas Dan Perguruan Tinggi
Targethukumonline. Jepara - Polres Jepara mengadakan Rakor Forkopimda Kab Jepara dengan Toga, Tomas, Ormas dan Perguruan Tinggi dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas Kab Jepara yang aman dan Kondusif dari tindakan aksi Unras Anarkis. Dihadiri 50 Orang sebagai perwakilan undangan, dilaksanakan di Aula Endra Dharmalaksana Polres Jepara dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Selasa, (13/10/20).
![]() |
| Kapolres Jepara Ajak Semua Unsur Jaga Situasi Aman dan Kondusif dari aksi Unras Anarkis |
Ketua Pemuda Pancasila Jepara Sdr. Murdiyanto, Ansor Jepara M. Chafash, Ketua Banser Jepara Sdr. Abdul Jalal, Ketua GMBI Jepara bp. Hasbullah, Ketua GPK Jepara Sdr. Abdul Hamid, Ketua PGN Jepara Abdul Rozak, Ketua Pekat IB Jepara Sdr. Priyo H, Lindu Aji Jepara Sdr. Agus, Pimpinan Majlis Nuruddin 8642 Habib Muhsin, Ketua KOKAM Jepara Sdr. Basor, Ketua Pemuda Muhammadiyah Jepara Sdr. Roy Alfiantoro, Pimpinan Fachrul Wujud Habib Syarif., Rektor Unisnu Jepara Dr. H. Sa'dullah Assa'idi, M.Ag, Purek III Unisnu Jepara Ir. H. Mustofa
BEM Unisnu Jepara Sdr. Walia Maulana, Ketua PC PMII Jepara Sdr. Asep Rojudin & anggota, Ketua GMNI Jepara Yoga Bachtiar.
Dalam sambutannya Kapolres Jepara berikan
" Apresiasi dan ucapan selamat datang kepada tamu undangan yang hadir dalam rangka rakor menjaga situasi kamtibmas di wil Kab. Jepara aman kondusif yang kita garis bawahi di Kab. Jepara tidak ada aksi unras dimana di kota kota besar terjadi demo dampak dari pengesahan UU Omnibus law, di wilayah kita hanya bersifat audensi tidak ada aksi".
Seperti kita ketahui bahwa aksi unra di Jakarta banyak penyimpangan, banyak ditunggangi oknum tidak bertanggung jawab dengan merusak fasilitas fasilitas umum dan anarkis, saya tidak mau terjadi di wil Kab. Jepara saya yakin Jepara aman kondusif karena masyarakatnya santun dan bisa diajak koordinasi.
Dengan adanya aksi aksi unra belakangan ini potensi ditunggani kelompok orang tidak bertanggung jawab dan yang kedua situasi korona dikhawatirkan tercipta klaster baru penyebaran covid 19 dengan demikian apakah alangkah baiknya kita audensi bersama silahkan disampaikan dengan baik, kalau seandainya ada yang menolak uu cipta kerja bisa diajukan ke MK," ungkap Kapolres Jepara.
Kapolres Jepara " Kita sudah koordinasi dan deklarasi bersama perusahaan dan serikat buruh atau pekerja dimana sepakat untuk tidak melakukan aksi dengan menciptakan kondusifitas wilayah Jepara.
Kapolres Jepara " Kami berharap bisa koordinasi baik dengan tujuan dapat menolak adanya aksi unra, mari kita ciptakan situasi kamtibmas yang aman kondusif.
Dandim 0719/Jepara, Letkol Arm Suharyanto S.Sos, dalam sambutannya mengatakan
"Pada dasarnya TNI Polri selalu solid sinergi untuk negeri, kami dari Kodim Jepara mendukung apa yang menjadi kebijakan dari pemerintah Kab. Jepara karena intruksi atau perintah itu pada dasarnya sama dari pusat sampai daerah".
Dandim Jepara dalam kesempatan ini kami apresiasi Kapolres Jepara dimana didaerah Jepara kondusif mudah mudahan kegiatan ini akan memperkokoh kondusifitas di wilayah Kab. Jepara, kalaupun ada hal hal yang menjadi uneg uneg dari rekan yang punya tuntuan kami dari forkopinda siap memfasilitasi namun tetap mengutamakan kegiatan damai atau audensi tidak melakukan aksi unra.
Kami ucapkan terima kasih kepada toga tomas atas doa dan bantuannya mudah mudahan Jepara selalu dalam keadaan aman dan mahasiswa bisa belajar tenang tidak perlu melakukan demo intinya jangan sampai melakukan aksi demo karena akan merugikan orang banyak dan pada situasi pandemi berpotensi menciptakan klaster baru penyebaran covid- 19.
Bupati Jepara dalam penyampaiannya mengucapkan terima kasih atas inisiasi Kapolres dan Dandim sehingga semua tokoh dapat berkumpul dihari ini, sehingga kita bersama sama ciptakan situasi aman kondusif dan di situasi pandemi saat ini roda perekonomian tetap jalan dan tidak lumpuh.
Mari kita bekerja sama, saling mengingatkan dan mengarahkan dengan rembukan tentu di aturan perundang-undangan undangan dalam menyampaikan aspirasi harus seperti apa pada saat bersikap sehingga stabilitas ketertiban dan keamanan dapat terjaga.
Berita hoax terkadang tidak mampu kita kendalikan oleh karenanya mari rapatkan barisan dari akademi, toga, tomas dan seluruh jajajran yang ada insyaallah Jepara hebat.
Kajari Jepara dalam sambutannya Aksi unra menolak UU cipta kerja rawan ditunggangi berbagai kepentingan, maka dari itu forum dialog menjadi pintu masuk kita secara intelektual membahas isu isu terkait UU cipta kerja.
Kita masih belum bisa mengakses isi dari UU cipta kerja dimana memiliki beberapa versi namun pemerintah menjamin isinya hampir sama, tujuan UU cipta kerja sebenarnya bagus diantaranya menciptakan lapangan kerja untuk menarik investor ke Indonesia dapat mengurangi pengangguran.
Plt Ketua DPRD Jepara, Drs. H. Junarso, dalam kesempatannya mengatakan
"Saya apresiasi kepada kepolisian karena begitu ada indikasi demo dengan sigap melaksanakan rapat koordinasi forkopinda, managamen perusahaan dan serikat pekeja, respon cepat bisa berjalan baik tanpa ada aksi anarkisme sehingga tidak terjadi aksi unra".
Terima kasih kepada PMII yang sebelumnya akan melakukan aksi namun dengan upaya dan komunikasi dari kepolisian aksi tidak jadi dilaksanakan dan diganti dengan audensi dimana tuntutannya sudah kami sampaikan ke pemerintah pusat dan DPR RI.
Semoga komunikasi yang baik kita jaga di tengah pandemi covid- 19 dan kita selalu berupaya untuk bisa keluar dari pandemi, dimana kita harus saling menguatkan jangan sampai sedikitpun di Jepara terjadi gangguan kamtibmas karena dapat menurunkan imun sehingga rawan terkena covid- 19.
Atas nama wakil rakyat DPRD Kab. Jepara saya ucapkan Terima kasih kesigapan TNI Polri dan toga tomas yang membantu sehingga di wil Kab. Jepara tetap kondusif dengan harapan ekonomi berjalan baik dan marilah kita bersama mewujudkan Jepara pesona, jangan sampai terjadi klaster demo.
Rektor Unisnu Jepara mengatakan Kami berkoordinasi dengan Kasat Intel, Sat Pol PP dan instansi terkait tujuan saya satu ingin Jepara damai, indah, bermartabat oleh sebab itu saya menghimbau insan akademis baik dosen maupun mahasiswa mari kita tetap mengedepankan berfikir sehat tanpa emosional.
Menyikapi UU cipta kerja kita tidak boleh terpancing turun ke jalan atau demo bukan pilihan terbaik peroleh solusi, usulan perbaikan uu cipta kerja bisa kita bawa ke Mahkamah Konstitusi dengan diskusi yang matang dengan demikian kampus bisa berikan edukasi yang bermartabat.
Perwakilan toga, MUI dan FKUB Jepara Dr. Mashudi menyampaikan Apresiasi kegiatan yang diprakarsai Kapolres Jepara ini sangat positif, harapan kita tidak ingin Jepara yang sudah aman damai santun terjadi tindakan akibat dari hal sepele yang tidak ada gunanya dimana semua ada prosedurnya penyampaian pendapat tersebut.
Satu pembelajaran menyampaikan aspirasi boleh namun semunya disampaikan dengan santun dimana bapak Kapolres dan instansi terkait selalu berkoordinasi untuk ciptakan kondusifitas, tindakan emosional tidak jamannya lagi namun semua bisa diselesaikan damai yang namanya politik memang situasional, apabila tidak setuju dengan UU cipta kerja bisa ajukan ke MK, berharap agar lebih dewasa, arif dan bijaksana dalam merumuskan.
Perwakilan mahasiswa dari Ketua PC PMII Jepara menyampaikan
kita memang sudah aksi mengkaji terlebih dahulu, kita sorot cara pengesahan yang terburu buru tanpa kehati hatian banyak juga penyerapan berbagai instansi menurut saya aparat hukum atau organisasi masyarakat perlu mengkaji ttg UU cipta kerja agar masing masing punya dasar untuk antisipasi isu isu yang sedang ramai dimana UU cipta kerja punya 3 versi sehingga perlu bersama mengkaji agar tercipta kondusifitas di Jepara dan peduli terhadap kebijakan dari pusat maupun daerah.
Segala tuntutan sudah kami sampaikan ke DPRD Kab. Jepara saya ucapkan terima kasih kepada Polres Jepara, Kodim Jepara dan DPRD Kab. Jepara yang telah memfasilitasi dan menerima kami dengan baik.
Pemuda Muhammadiyah Jepara juga menyampaikan Apresiasi pak Kapolres Dandim atas upaya ciptakan kondusifitas wilayah, kami punya angkatan pemuda Muhammadiyah insyaallah dalam waktu dekat akan melakukan audensi dengan DPRD Kab. Jepara saya mengerti upaya keras atas satgas covid dan instansi terkait dalam pencegahan penyebaran covid19.
Dalam waktu dekat kami akan mengajukan audensi ke kantor DPRD Kab. Jepara, dimana kami mengajak organisasi lainnya untuk bergabung dengan tetap menjaga situasi yang aman kondusif.
Penyampaian Ketua Pemuda Pancasila Jepara : Kami Pemuda Pancasila punya komitmen jaga kondusifitas di wilayah Kab. Jepara alhamdulillah dari keanggotaan kami tidak ada yang melakukan demo.
Apresiasi atas kecepatan kesiapan bapak Kapolres Jepara dan jajarannya sehingga tidak terdapat aksi unra di wil Kab. Jepara.
Bahwa SPSI dan buruh buka posko bersama Disnaker provinsi Jateng untuk mengkaji uu cipta kerja tersebut untuk mengawal pasal pasal mana yang dianggap merugikan padahal isi dari uu cipta kerja belum dibaca terus yang didemo apa sehingga harus kita kaji bersama.
Dilanjutkan penandatanganan bersama Nota kesepakatan oleh unsur Forkopimda Jepara, organisasi keagamaan dan organisasi kemasyarakatan pemuda dalam rangka menjaga situasi situasi kamtibmas Kab. Jepara yang aman & kondusif dari tindakan aksi unras anarkis dilanjutkan dengan deklarasi bersama. (Jteam)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar