Targethukumonline. Sejarah - Perkiraan arah pelarian Kahar Muzakkar yang telah dilacak, kemudian dilaporkan kepada Danki Kapten Suryo menggunakan radio.
Radio peleton AN GRC-9 yang menggunakan catu daya listrik peninggalan tetntara Belanda itu dipasok oleh generator listrik seberat 13kg, yang oleh anggota PHB dijuluki "Kepala Kambing", cara menggunakannya sungguh menguras tenaga.
Radio peleton AN GRC-9 yang menggunakan catu daya listrik peninggalan tetntara Belanda itu dipasok oleh generator listrik seberat 13kg, yang oleh anggota PHB dijuluki "Kepala Kambing", cara menggunakannya sungguh menguras tenaga.
Pemakaiannya dilakukan dengan cara dukayuh seperti mengayu sepeda. Selain itu, masih diperlukan antena kawat sepanjang 10 meter yang dibentangkan membentuk hurut "T".
Meski cukup merepotkan, radio ini sangat ampuh dilapangan, bahkan sesekali radio tersebut digunakan untuk mendengar siaran RRI Makassar atau RRI Pusat yangdirelaydari Makassar.
Meski cukup merepotkan, radio ini sangat ampuh dilapangan, bahkan sesekali radio tersebut digunakan untuk mendengar siaran RRI Makassar atau RRI Pusat yangdirelaydari Makassar.
Bulan Januari 1965, Kadir Junus, seorang anak buah kepercayaan Kahar yang berpangkat Letnan Kolonel dalam Tentara DI/TII menyerah. Ia pun kemudian membuka tempat persembunyian Kahar Muzakkar disuatu tempat di pinggir sungai Lasolo, Sulawesi Tenggara, tetapi ia tidak tahu pasti posisi Kahar berada di sektor A atau sektor B.
Peleton 2 RPKAD pimpinan Letda Inf. Abdulrachman kemudian menyita dokumen berupa surat-surat dari penduduk. Diantara tumpukan surat itu, terdapat surat yang ditulis oleh Kahar Muzakkar, ditujukan kepada seseorang bernama Mansur dan kepada istrinya yang ditulis seminggu sebelumnya.
Dengan demikian, keberadaan Kahar dapat diketahui dalam lingkaran jari-jari sejauh jarak berjalan kaki selama tujuh hari, berpusat dimana surat tersebut dibuat. Analisis intelijen menyatakan, keberadaan Kahar seminggu sebelumnya di Sungai Lasolo.
Tapi laporan Sintong lebih rinci lagi, karena perkiraan keberadaan Kahar adalah di Desa Liyu yang terletak ditepi Sungai Lasolo, karena Sintong dan anak buahnya telah membuntuti terus menerus.
Sekarang, pasukan mana yang akan ditunjuk selaku penyergap? Kompi RPKAD dibawah pimpinan Kapten Suryo yang merupakan pasukan elite pantas ditunjuk sebagai penyergap.
Hal ini mengingat kemampuan tempur dan posisi Peleton 1 pimpinan Sintong telah meninggalkan Desa Lawali dan masuk Desa Litu yang diperkirakan menjadi tempat persembunyian Kahar Muzakkar.
Yonif 330 Para Kujang I yang telah bertugas cukup lama di Sulawesi Tenggara, juga mempunyai peluang menyergap Kahar.
Yonif 330 Para Kujang I yang telah bertugas cukup lama di Sulawesi Tenggara, juga mempunyai peluang menyergap Kahar.
Batalyon Para andalan Kodam Siliwangi yang bermarkas induk di Cicalengka, Bandung itu sangat gigih dalam mengejar Kahar.
Mereka pernah kehilangan 9 anggotanya yang gugur dalam suatu sergapan oleh anak buah Kahar. Mayor Inf. Yogie S. Memed selaku Danyon 330 bersumpah tidak akan membawa pasukannya pulang sebelum Kahar Muzakkar di dapatkan, hidup atau mati.
Di Palagan Sulawesi Tenggara, pasukan Kujang I beroperasi di Sektor B, sedangkan markas induk batalyon di Pakue.
Kapten Suryo berharap agar Peleton 1 RPKAD pimpinan Sintong mendapat tugas penyergapan. Namun, ternyata Peleton 1 hanya diberi tugas untuk menjadi pasukan penutup.
Kapten Suryo berharap agar Peleton 1 RPKAD pimpinan Sintong mendapat tugas penyergapan. Namun, ternyata Peleton 1 hanya diberi tugas untuk menjadi pasukan penutup.
Hal ini terbukti dalam pembicaraan radio antara Brigjen TNI M.Jusuf, Pangdam Hasanuddin yang merangkap Panglima Operasi Kilat di Pakue dengan Sintong yang sudah memasuki Desa Laiyu.
Kamu perwira lulusan AMN itu ya?" tanya Panglima Jusuf. Siap, Jenderal!" jawab Sintong.
Kamu perwira lulusan AMN itu ya?" tanya Panglima Jusuf. Siap, Jenderal!" jawab Sintong.
Kamu..tutup rapat-rapat daerah itu. Kahar jangan sampai lolos!" sambung Panglima Jusuf. Kalau Kahar sampai lolos lewat daerahmu, kamu saya gantung!" siap, Jenderal!" jawab Sintong.
Sebagai tindak lanjut, Sintong betul-betul menutup rapat daerahnya. Penjagaan diperketat dan ditingkatkan. Tiga regu Peleton 1 digilir berpatroli dan berjaga siang dan malam.
Sebagai tindak lanjut, Sintong betul-betul menutup rapat daerahnya. Penjagaan diperketat dan ditingkatkan. Tiga regu Peleton 1 digilir berpatroli dan berjaga siang dan malam.
Sintong sebagai perwira lulusan AMN yang berdisiplin tinggi, tidak berani melanggar perintah, meskipun keberadaan Kahar sudah didepan mata. Ia tetap memimpin anggota peletonnya selaku pasukan penutup.
Perintah operasi penyergapan diolah bersama Asisten Operasi dan Asisten Intelijen dibawah pimpinan Kolonel Inf. Solichien GP selaku Kepala Staf Operasi Kilat.
Perintah operasi penyergapan diolah bersama Asisten Operasi dan Asisten Intelijen dibawah pimpinan Kolonel Inf. Solichien GP selaku Kepala Staf Operasi Kilat.
Dalam rencana operasi yang dibuat oleh ketiga perwira menengah Siliwangi tersebut, diputuskan untuk menggerakkan pasukan Yonif 330 Para Kujang I pimpinan Mayor Inf. Yogie S. Memed selaku pasukan elite Kodam Siliwangi menuju sasaran 4 peleton Kujang I digerakkan menyisir sektor B dari selatan dan tenggara menuju sektor A. Peleton 1 kompi D dibawah pimpinan Peltu Umar Sumarsana yang berada di sektor B, juga diberangkatkan.
Tanggal 2 Februari, peleton Umar memasuki Sektor A, anggotanya melihat bivak-bivak dipinggir Sungai Lasolo, tempat itu di duga kuat menjadi persembunyian Kahar Muzakkar.
Sintong mengetahui bahwa peleton Umar sudah memasuki Sektor A, tapi sepanjang pengetahuannya, tugas Peleton Umar itu juga sebagai pasukan penutup.
Sejauh ini, Sintong belum mengetahui pasukan mana yang akan ditunjuk selaku pasukan penyergap pasukan penyergap akan ditentukan oleh Komob Operasi Kilat di Pakue.
Sejauh ini, Sintong belum mengetahui pasukan mana yang akan ditunjuk selaku pasukan penyergap pasukan penyergap akan ditentukan oleh Komob Operasi Kilat di Pakue.
Sintong sangat berharap agar Peleton 1 RPKAD yang semula mendapat perintah menjadi pasukan penutup diubah menjadi pasukan penyergap, sebab ia telah membuntuti pelarian Kahar secara terus menerus.~bersambung ~(€.ko)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar