Kisah Petualangan Ghoib Digunung Gede - Sukabumi - Target Hukum Online

Breaking

Berita Seputar Hukum Dan Kriminal

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 23 Juli 2017

Kisah Petualangan Ghoib Digunung Gede - Sukabumi

Misteri  -  Dalam petualangan ghoib digunung Gede kali ini, saya mendapatkan Mustika ghoib Batu berwarna Merah Nyala dengan corak yang sangat Aneh.
Kisah berbau mistik ini memang sudah cukup lama berlalu. Persisnya berlangsung pertengahan Tahun 2014 Lalu. 



Meski Begitu ada sisi yang amat menarik dari perjalanan ghoib kali ini. Yang barangkali saja bisa menambah wawasan tentang keghoiban. Waktu itu saya diajak oleh Guru Saya bernama Gus Alif. Kami pergi ke suatu Gunung yang Legendaris bagi masyarakat Jawa Barat ( Khususnya didaerah Sunda ) dan sekitarnya yang dikenal dengan Nama Gunung Gede. 

Dikatakan Legendaris sebab menurut Kisahnya, sekitar gunung Gede banyak terdapat petilasan peninggalan bersejarah yang dianggap sakral oleh sebagian peziarah, seperti petilasan Pangeran Suryakencana, putri jin dan Prabu Siliwangi. Kawah Gunung Gede yang terdiri dari, Kawah Ratu, Kawah Lanang dan Kawah Wadon, dijaga oleh Embah Kalijaga. 

Embah Serah adalah penjaga Lawang Seketeng ( pintu jaga ) yang terdiri atas dua buah batu besar. Pintu jaga tersebut berada di Batu Kukus, sebelum lokasi air terjun panas yang menuju kearah puncak.

Meskipun zaman telah berkembang dengan pesat, namun kawasan gunung Gede masih tetap dipercaya mengandung kesakralan dan fenomena ghoib tertentu. Sebagai contoh dalam keseharian masyarakat desa dan sekitarnya. Menganggap gunung Gede sebagai gunung yang sangat wingit. Jarang sekali ada warga yang berani memasuki kedalaman gunung ini seorang diri.

Gunung Gede adalah sebuah gunung non-aktif yang terletak di Pulau Jawa Provinsi Jawa Barat Indonesia. Gunung Gede memiliki ketinggian 2.958 mdpl dan masuk ke dalam gunung tertinggi ke 3 di Jawa Barat. Gunung ini masih satu kompleks taman nasional dengan Gunung Pangrango. Gunung Gede merupakan gunung Favorit para pendaki karena letaknya yang strategis diantara dua kota besar yaitu Jakarta dan Bandung. 

Gunung ini juga merupakan gunung favorit saya. Gunung yang pertama kali saya daki yang memberikan banyak pengalaman dan pelajaran. Namun sayang,makin banyak pengunjung makin terlihat kerusakan yang terjadi disana. 

Jalur pendakian gunung ini bisa dilakukan dari beberapa pintu masuk Taman Nasional. Antara lain jalur Cibodas (Cianjur), jalur Cipanas Gunung Putri (Cianjur), jalur Selabintana (Sukabumi). 

Jalur paling ramai pendaki adalah Cibodas dan Gunung Putri.Sementara Jalur Selabintana sepi dikarenakan trek yang panjang dan curam. Kembali kecerita memang gunung Gede sangat wingit Menurut cerita penduduk yang tinggal disekitar lereng gunung, hutan digunung Gede masih sering menampakkan berbagai fenomena ghoib, seperti kesaksian yang menyebutkan bahwa warga memang sering mendengar suara gamelan yang mendayu-dayu sedemikan rupa. 

Lebih dari itu, ada pula warga yang telah mendapat berbagai macam Benda-benda Pusaka. Berbagai kesaksian tersebut rupanya cukup menarik perhatian dan sebagai seorang yang gemar bertualang menyibak kemisteriusan dunia ghoib, tentu saja ajakan sang Guru tak bisa saya tolak. 

Apalagi, Guru saya mengatakan kalau dirinya ingin berburu Pusaka di dalam kelebatan gunung yang Wingit itu. Setelah menyusun kesepakatan, akhirnya berangkatlah kami berdua. 

Dengan berbekal keyakinan dan berbagai perlengkapan yang cukup memadai, Alhamdulillah akhirnya perjalanan kami sampai juga di perbatasan. Sesampainya disana, kami harus menyelusuri Perkebunan. 

Di saat Matahari mulai terbenam ke ufuk barat, kami telah sampai di Lereng gunung. Tanpa peduli dengan kegelapan yang mulai meliputi sang mayapada, kami terus melangkah lebih jauh masuk ke dalam hutan.

Jalan menuju ke puncak gunung Gede sudah dibangun memadai melalui Cibolang. Sementara itu dari arah selatan Gunung Gede dapat didaki dari Cibodas atau Salabintana Sukabumi. Apabila ingin mencapai Gunung Gede dari arah utara, pendakian dapat dimulai dari Cianjur, sementara dari Arah Barat, pendakian dapat dimulai dari Bogor, Cibeireum atau Pangrango. 

Sambil menyusuri setapak demi setapak areal Gunung Gede, saya tak kuasa untuk menghayati pemandangan yang terhampar disekelilingnya. Subhanallah....!!! Saya amat Takjub dengan seluruh pepohonan besar yang berbaris sedemikian rupa, seolah para raksasa yang berdiri mengawal keagungan awal. 

Lambat laun, lamunan saya buyar oleh suara Guru Saya yang memberi tahukan bahwa waktu Maghrib telah tiba. Dia pun mengumandangkan Adzan. Setelah kami sama-sama mengambil wudhu di aliran sungai kecil yang tak jauh dari tempat kami. Setelah itu kami melakukan sholat berjama'ah. BERSAMBUNG ~(Den mahesa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad