Om BOB, S.H, Angkat Bicara Sesalkan Adanya Konser Tri Suaka Yang Terkesan Tebang Pilih - Target Hukum Online

Breaking

Berita Seputar Hukum Dan Kriminal

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 07 Januari 2022

Om BOB, S.H, Angkat Bicara Sesalkan Adanya Konser Tri Suaka Yang Terkesan Tebang Pilih

Targethukumonline. Pati - Polemik soal diberikan ijin konser musik asal Jogjakarta Tri Suaka beberapa hari yang lalu di desa Kudukeras, kecamatan Juwana, kabupaten Pati, Jawa Tengah membuat om Bob angkat bicara dan menolak keras hal tersebut, jumat tgl (07/01/22).


Om BOB, S.H, jangan tebang pilih semua harus adil, seniman butuh makan juga.



Dari gejolak tersebut, Senopati Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan juga Ketua DPK Lidik Krimsus kabupaten Pati Slamet Widodo, S.H., angkat bicara Pasalnya, konser tersebut sudah mengantongi ijin dari Ketua Satgas Covid-19.



Padahal kerumunan penonton yang hadir tidak mematuhi tidak mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes). Hal ini sangatlah di sayangkan, jika melihat situasi saat ini kabupaten Pati masih memberlakukan PPKM level 2.



Mestinya Satgas Covid jangan asal memberikan ijin, apalagi situasi saat ini Pati masih level 2 dan pemberlakuan PPKM masih jalan setiap harinya,”tutur Slamet Widodo yang akrab dipanggil Om Bob.



Menurutnya, kejadian semacam itu yang mengakibatkan para seniman lokal berteriak. Mereka merasa di kekang dalam menyajikan hiburan di wilayahnya sendiri, namun seniman dari luar (kota) daerah justru bisa bebas manggung di sini, ada apa ini.



“Pekerja seni lokal mati nafkahnya. Eee malah Tri suaka melenggang konser di pati, dan tarif tiket masuknya pun fantastis, sungguh luar biasa ini kebijakannya, tak masuk akal bahkan terkesan kebliger, apalagi kaum sosialita yang berlomba lomba untuk menyawer,” tegas Om Bob.



Dirinya berharap, Ketua Satgas Covid-19 harus bertanggung jawab dengan adanya kejadian ini. Jangan sampai penyebaran itu akibat ulah masyarakat yang tidak ada kesadaran sendiri. Peran TNI/Polri dalam membantu Pemda terkesan tak bearti dalam meminimalisir penyebaran covid-19.



“Jangan salahkan rakyat jika kebijakan pimpinan masih tebang pilih. Kasihan rekan-rekan TNI/Polri yang susah payah membantu dalam menegakan peraturan PPKM. 



Warga jelas kecewa, punya acara hajatan yang pengen adakan hiburan, ketoprak, orkes dangdut saja langsung dibubarkan. Ini yang menjadikan perbedaan antara yang berduit dan yang tidak berduit ataukah karena ada alasan yang lainnya,” tandasnya. 



Apapun alasannya seharusnya pihak yang mengeluarkan ijin lebih adil dan bijaksana, jangan terkesan tebang pilih semua adalah rakyatnya mereka juga butuh panggung (ijin) demi keluarga dan saat ini dua tahun lebih para pelaku seni menjerit, karena tidak pemasukan sama sekali," tutupnya.  (RG/team)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad