Nasib Lorok Indah, Tak Seindah Namanya Kini Haruskah Merana dan Tinggal Nama - Target Hukum Online

Breaking

Berita Seputar Hukum Dan Kriminal

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 04 Januari 2022

Nasib Lorok Indah, Tak Seindah Namanya Kini Haruskah Merana dan Tinggal Nama

Targethukumonline. Pati - Sebuah lembaga kajian ilmiah berupa yayasan pendidikan islam yang saat ini sudah menjadi pondok pesantren modern An Nuriah 7 Pangeran Benowo Soko Tunggal (eks kafe permata) milik Gus Nuril, bertempat di samping pemukiman Lorok Indah dimana tanah dan bangunan seluas 5400m2 sudah diwakafkan Zaenal Musafak ke Gus Nuril, adalah sarana untuk beramal kebajikan menjelang hari tua, selasa tgl (04/01/22).


Ustadz Khoerul Annas dan Ka Satpol PP.



Niat baik para penghuni lorong indah adalah semata mata untuk kebajikan berdharma kepada sesama, setelah penyerahan pada tanggal 17 Desember 2021 kemarin, pintu hati yang telah terbuka karena hidup tidak akan selamanya, suatu saat pasti kita kan berpulang ke rahmatullah, impian saya adalah untuk menjadikan eks kafe permata adalah tempat untuk menimba ilmu agama kepada anak cucu kita, agar mengenal ilmu agama dan sebagai bekal kita berpulang dikemudian hari dan bisa untuk padepokan kebangsaan," sambung Zaenal Musyafak.



Namun dengan alasan klasik karena menegakkan Perda, haruskah semua bangunan ini di robohkan demi alasan lahan hijau, dan ini terlalu naif apalagi beban 10% ditanggungkan dari nilai aset bangunan.




Lorok indah yang dulu gelap gulita, yang sudah ditutup 8 bulan yang lalu kini sudah menjelma menjadi pondok pesantren walau masih sedikit muridnya, namun semangat untuk belajar ilmu agama anak anak yang kini mondok (santri) dengan fasilitas seadanya menjadi semangat kami para pengajar," ujar ustadz Khoerul Annas.


Pengajian dan sholawatan rutin dilaksanakan setiap malam bersama.



Dan kami pun pasrah jika keputusan dan kebijakan yang di ambil oleh pemerintah daerah kab. Pati akan membongkar bangunan yang ada di lorok indah, karena kami hanyalah rakyat kecil dengan segala keterbatasan kami," tutur sang ustadz sambil menghela nafas.



Bukan tidak mungkin, keadilan hanyalah milik Allah SWT, manusia yang dikeraskan hatinya bagaikan buta matahatinya, tuli dan gelap pikirannya, dan manusia yang berhati lapang dan lembutlah yang akan menerima hidayah dan rahmadNya, karena manusia yang dilaknat oleh Allah SWT yang kan menerima azabNya.


Melalui Kadis DPUR kab. Pati Faisal, S.T, M.T surat perintah pembongkaran telah ditanda tangani.



Do'a orang orang teraniaya dan terdzholimi adalah doa yang mustajab, biarkan pintu terbuka bagi yang punya hati nurani, kami pasrah atas segala kehendakNya, karena tidak ada kekuasaan yang abadi, kekuasaan yang mutlak ada ditangan rakyat dan selebihnya kekuasaan yang hakiki dan abadi ada di tangan Allah semata," tutupnya. (RED/RG)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad